Ibuku seorang pekerja, bukan ibu rumah tangga biasa yang pengabdiannya terpusat di rumah. Seringnya kecewa, karena gak bisa kayak anak-anak lain yang tiap pulang sekolah selalu ada ibunya di rumah. Ngejar-ngejar biar makan siang, ataupun sedikit cerewet menyuruh mandi sore. Mana bisa, ibuku selalu pulang malam dari kantor.
Terkadang aku bisa paham kenapa ibu harus kayak gitu, dan terkadang juga aku gak bisa terima. Pokoknya aku pingin ibu setiap waktu. Padahal kecuali waktu, dengan sebaik-baiknya ibu selalu berusaha memberikan segala yang terbaik buatku.
Dari banyak hal yang ibu beri, ada tiga hal yang sangat berpengaruh padaku hingga hari ini. Pertama, aku masih ingat sewaktu kecil sebelum tidur, ibu selalu ngajarin baca surat Al-Ikhlas. Itu momen yang sangat berharga buatku. Disanalah ibu mengenalkan Tuhan padaku.
Kedua, setiap hari Kamis ibu selalu membawa hal yang selalu aku tunggu-tunggu. Majalah Bobo. Betapa cinta matinya aku saat itu. Dengan majalah ini, ibu menanamkan cinta baca padaku. Membukakan pintu dunia lebar-lebar.
Ketiga, kepercayaan. Hal besar yang diberikan ibu. Setiap hal yang kulakukan, ibu selalu memberikan kepercayaan selama aku bertanggung jawab.
Ibu memang tidak memberikan waktu sebanyak yang dilakukan oleh ibu-ibu yang lain. Tapi, itulah ibuku. Dan aku bangga karenanya.
Rabu, Juni 04, 2008
Jumat, Januari 18, 2008
Semenjak ada diri-Mu
Tau lagu Andity yang judulnya “Semenjak Ada Dirimu"?
Ni lagu dalem banget dan bisa buat renungan juga.
Renungan apaan, itu kan lagu tentang orang yang mo pacaran?
Eits…, liat lagi judulnya.
Coba judulnya agak diubah sedikit, dari semenjak ada dirimu menjadi semenjak ada diri-Mu. Klo dilagu yang asli, kata “mu” itu diartikan sebagai kata ganti untuk lawan jenis, nah klo kita beda. Artikan kata “Mu” disini sebagai kata ganti untuk Tuhan.
Coba kita resapi liriknya :
This song is for u, u better listen…
Tak pernah kuduga, semuanya berubah
Aku nggak pernah menduga klo hidupku bisa jadi berubah kayak gini
Saat Kau memandaku bergetar hati ini
Ketika aku sekarang mulai ngerasain pandangan Allah terhadapku, hati ini jadi bergetar rasanya
Kau berikan harapan tentang warna-warni hariku
Dengan keyakinan akan janji Allah bahwa siapapun yang mengikuti jalan-Nya akan mendapatkan kebahagiaan, muncul harapan baru dalam hidupku. Aku jadi positif memandang hidup.
Semenjak ada diri-Mu
Semenjak aku mulai mendapat hidayah dari-Mu
Dunia terasa indahnya
Aku baru merasakan bahwa ternyata hidup itu indah dan patut disyukuri
Semenjak Kau ada disini, ku mampu melupakannya
Semenjak Allah ada disini (dihatiku), aku mampu melupakan segala kesulitan dalam hidup dan kekhilafan2 ku di masa lalu serta memperbaikinya dengan melakukan kebaikan-kebaikan
Kini aku tak sabar ingin hati Engkau untukku
Aku sudah tidak sabar ingin menjadi golongan orang-orang yang dicintai oleh Allah
Nyatakanlah kepadaku, janji indah yang kutunggu
Ya Allah aku menunggu janji-Mu, aku yakin bahwa janji-Mu adalah pasti
Semua kini tlah bersinar lagi
Hidupku sekarang terasa lebih indah dengan menyadari keberadaan-Mu
Tak kan kuingat dia
Aku tak akan mengingat dan mengulangi kesalahan-kesalahanku di masa lalu
Semenjak ada dirimu
Semenjak aku mulai mendapat hidayah dari-Mu
Dunia terasa indahnya
Aku baru merasakan bahwa ternyata hidup itu indah dan patut disyukuri
Semenjak kau ada disini, Ku mampu melupakannya
Semenjak Allah ada disini (dihatiku), aku mampu melupakan segala kesulitan dalam hidup dan kekhilafan2 ku di masa lalu serta memperbaikinya dengan melakukan kebaikan-kebaikan
Semenjak ada dirimu
Semenjak aku mulai mendapat hidayah dari-Mu
Semuan terasa indahnya
Aku baru merasakan bahwa ternyata hidup itu indah dan patut disyukuri
Semenjak kau ada disini
Semenjak Allah ada disini (dihatiku)
Tak ingin melepaskanmu
Aku tak ingin melepaskan hidayah yang Kau berikan padaku
Ni lagu dalem banget dan bisa buat renungan juga.
Renungan apaan, itu kan lagu tentang orang yang mo pacaran?
Eits…, liat lagi judulnya.
Coba judulnya agak diubah sedikit, dari semenjak ada dirimu menjadi semenjak ada diri-Mu. Klo dilagu yang asli, kata “mu” itu diartikan sebagai kata ganti untuk lawan jenis, nah klo kita beda. Artikan kata “Mu” disini sebagai kata ganti untuk Tuhan.
Coba kita resapi liriknya :
This song is for u, u better listen…
Tak pernah kuduga, semuanya berubah
Aku nggak pernah menduga klo hidupku bisa jadi berubah kayak gini
Saat Kau memandaku bergetar hati ini
Ketika aku sekarang mulai ngerasain pandangan Allah terhadapku, hati ini jadi bergetar rasanya
Kau berikan harapan tentang warna-warni hariku
Dengan keyakinan akan janji Allah bahwa siapapun yang mengikuti jalan-Nya akan mendapatkan kebahagiaan, muncul harapan baru dalam hidupku. Aku jadi positif memandang hidup.
Semenjak ada diri-Mu
Semenjak aku mulai mendapat hidayah dari-Mu
Dunia terasa indahnya
Aku baru merasakan bahwa ternyata hidup itu indah dan patut disyukuri
Semenjak Kau ada disini, ku mampu melupakannya
Semenjak Allah ada disini (dihatiku), aku mampu melupakan segala kesulitan dalam hidup dan kekhilafan2 ku di masa lalu serta memperbaikinya dengan melakukan kebaikan-kebaikan
Kini aku tak sabar ingin hati Engkau untukku
Aku sudah tidak sabar ingin menjadi golongan orang-orang yang dicintai oleh Allah
Nyatakanlah kepadaku, janji indah yang kutunggu
Ya Allah aku menunggu janji-Mu, aku yakin bahwa janji-Mu adalah pasti
Semua kini tlah bersinar lagi
Hidupku sekarang terasa lebih indah dengan menyadari keberadaan-Mu
Tak kan kuingat dia
Aku tak akan mengingat dan mengulangi kesalahan-kesalahanku di masa lalu
Semenjak ada dirimu
Semenjak aku mulai mendapat hidayah dari-Mu
Dunia terasa indahnya
Aku baru merasakan bahwa ternyata hidup itu indah dan patut disyukuri
Semenjak kau ada disini, Ku mampu melupakannya
Semenjak Allah ada disini (dihatiku), aku mampu melupakan segala kesulitan dalam hidup dan kekhilafan2 ku di masa lalu serta memperbaikinya dengan melakukan kebaikan-kebaikan
Semenjak ada dirimu
Semenjak aku mulai mendapat hidayah dari-Mu
Semuan terasa indahnya
Aku baru merasakan bahwa ternyata hidup itu indah dan patut disyukuri
Semenjak kau ada disini
Semenjak Allah ada disini (dihatiku)
Tak ingin melepaskanmu
Aku tak ingin melepaskan hidayah yang Kau berikan padaku
Senin, Januari 14, 2008
When I'm Fallin' In Love
Ya Allah, ajari aku ikhlas
Yakinkan aku untuk berkumpul dan berpisah hanya karena-Mu
Masukan aku kedalam golongan orang-orang yang mencintai-Mu
Izinkanku untuk membuktikan bahwa hati ini hanya terarah pada-Mu
Berikanlah naungan padaku yang sedang merindui-Mu
Tentramkanlah hatiku dengan mengingat-Mu
Karena sesungguhnya, aku sedang mengagumi makhluk-Mu
Kaulah yang menciptakan rasa dan Kau kuasa untuk mengambilnya
Jadikanlah aku makhluk yang paling berbahagia dengan banyak bersyukur pada-Mu
Jauhkanlah keresahan dan dekatkanlah ketenangan padaku
Yakinkan aku untuk berkumpul dan berpisah hanya karena-Mu
Masukan aku kedalam golongan orang-orang yang mencintai-Mu
Izinkanku untuk membuktikan bahwa hati ini hanya terarah pada-Mu
Berikanlah naungan padaku yang sedang merindui-Mu
Tentramkanlah hatiku dengan mengingat-Mu
Karena sesungguhnya, aku sedang mengagumi makhluk-Mu
Kaulah yang menciptakan rasa dan Kau kuasa untuk mengambilnya
Jadikanlah aku makhluk yang paling berbahagia dengan banyak bersyukur pada-Mu
Jauhkanlah keresahan dan dekatkanlah ketenangan padaku
Si Icha
Aku punya teman, teman sepermainan, he…he…
Aku punya temen kostan, namanya… hmmm… kayaknya namanya disamarkan aja. Soalnya kali ini mo ngomongin dia, heuheu… Klo ketauan, bias ngambek dia! Peace…
Panggil aja temenku ini dengan nama Icha. Nah, ni anak kayaknya spesies langka di kostanku. Soalnya, omongan dia sering gak nyambung. Men sana in corporesano. Orang nanya kesana, dia jawab ke sono.
Pernah nih waktu kita lagi nyuci, dia ditanya sama si teh Tri, “Cha, mau mandi bareng si Umi ya?” Dia jawab apa coba? Sambil mandang gunung dan gundukan awan putih di langit, dia ngejawab “Iya, nih… semalam hujan, jadi cuacanya cerah.” Hellowww, please deh...gak nyambung !
Trus sekali waktu, kita lagi ngumpul bareng di ruang tivi. Dan teteh2 kostan lagi nyeritain tentang si Ade Ghazi (anak ibu kost) waktu dulu di dilahirkan. Padahal semua obrolan itu ditujukkan buat ngasih informasi ke si Icha ini. Eh, apa yang dia perbuat coba? Dia malahan nanya lagi informasinya dari awal. Siapa yang gak BT coba? Jangan gila dooong…!!!
Nah, yang rada bikin ngakak tuh cerita yang ini. Ceritanya si Shinta lagi ngomong ke si Mey, “Mey, kayaknya gak ada deh yang warna biru…”. Si Icha langsung nyeletuk, “ Apa ta? Film biru?” Karena si Shinta udah agak kebal dengan kelakuan anak gadis yang satu ini, dia ngediemin aja. Eh, udah didiemin juga, si Icha malah nyeletuk lagi “ Iya deh, kayaknya gak ada film birunya tuh…” Ya elaaaaah…
Dan ini adalah cerita terbaru. Kita anak2 kostan 7B lagi pada nongkrongin berita di televisi tentang Pak Suharto. Si Icha duduk tepat di sebelah kiriku. Trus aku nanya ke Ririn “ Rin, klo rumah pribadi Suharto kan di Cendana, klo rumah SBY tuh dimana ya? Lupa aku…” Eh, dengan PD-nya si Icha langsung ngejawab “ Bambang Susilo Yudhoyono…!”
GUBRAKKKK…!!! No comment deh…
Aku punya temen kostan, namanya… hmmm… kayaknya namanya disamarkan aja. Soalnya kali ini mo ngomongin dia, heuheu… Klo ketauan, bias ngambek dia! Peace…
Panggil aja temenku ini dengan nama Icha. Nah, ni anak kayaknya spesies langka di kostanku. Soalnya, omongan dia sering gak nyambung. Men sana in corporesano. Orang nanya kesana, dia jawab ke sono.
Pernah nih waktu kita lagi nyuci, dia ditanya sama si teh Tri, “Cha, mau mandi bareng si Umi ya?” Dia jawab apa coba? Sambil mandang gunung dan gundukan awan putih di langit, dia ngejawab “Iya, nih… semalam hujan, jadi cuacanya cerah.” Hellowww, please deh...gak nyambung !
Trus sekali waktu, kita lagi ngumpul bareng di ruang tivi. Dan teteh2 kostan lagi nyeritain tentang si Ade Ghazi (anak ibu kost) waktu dulu di dilahirkan. Padahal semua obrolan itu ditujukkan buat ngasih informasi ke si Icha ini. Eh, apa yang dia perbuat coba? Dia malahan nanya lagi informasinya dari awal. Siapa yang gak BT coba? Jangan gila dooong…!!!
Nah, yang rada bikin ngakak tuh cerita yang ini. Ceritanya si Shinta lagi ngomong ke si Mey, “Mey, kayaknya gak ada deh yang warna biru…”. Si Icha langsung nyeletuk, “ Apa ta? Film biru?” Karena si Shinta udah agak kebal dengan kelakuan anak gadis yang satu ini, dia ngediemin aja. Eh, udah didiemin juga, si Icha malah nyeletuk lagi “ Iya deh, kayaknya gak ada film birunya tuh…” Ya elaaaaah…
Dan ini adalah cerita terbaru. Kita anak2 kostan 7B lagi pada nongkrongin berita di televisi tentang Pak Suharto. Si Icha duduk tepat di sebelah kiriku. Trus aku nanya ke Ririn “ Rin, klo rumah pribadi Suharto kan di Cendana, klo rumah SBY tuh dimana ya? Lupa aku…” Eh, dengan PD-nya si Icha langsung ngejawab “ Bambang Susilo Yudhoyono…!”
GUBRAKKKK…!!! No comment deh…
Minggu, Januari 13, 2008
Remainder
Beberapa hari lalu, ada yang ngeliat FS ku. Ku liat profilnya, namanya Phieter. Phieter? Rasanya pernah denger...
Ya, Allah... ni anak kan yang sekolah di Don Bosco. Aku ketemu dia waktu kunjungan ke sekolahnya di Wonosobo bulan Desember lalu. Waktu itu sempet dateng ke kelasnya dan ngobrol banyak. Meskipun dia tunarungu, tapi subhanallah bisa berkomunikasi dengan baik. Ucapan-ucapannya itu jelas. Jadi sempet mikir juga, ni anak sebenernya tunarungu apa enggak sih?
Si Phieter ini masih SMP, usianya dah 17 tahun. Waktu itu sempet tukeran alamat email. Ku bilang "ntar aku ngirim email ya!". Tapi sesampainya di Bandung, aku lupa... Maaf ya, dik...
Sampai beberapa hari yang lalu, aku ngeliat dia di FS.
Klo gak salah, dia punya cita-cita pengen kuliah. Ku bilang, ambil aja jurusan ekonomi biar bisa nerusin usaha bapaknya. Kebetulan ayahnya pengusaha. Dan katanya dia mo ngelanjutin SMU nya di sekolah umum. CAYO!
Ni anak udah jadi semacam remainder buatku. Biar selalu bersyukur masih dikasih kemampuan mendengar dan serius di bidang study ku tentang tunarungu. Semangat dan ke-PD-an nya bikin aku gak mau kalah. Thank's, Phiet...
Ya, Allah... ni anak kan yang sekolah di Don Bosco. Aku ketemu dia waktu kunjungan ke sekolahnya di Wonosobo bulan Desember lalu. Waktu itu sempet dateng ke kelasnya dan ngobrol banyak. Meskipun dia tunarungu, tapi subhanallah bisa berkomunikasi dengan baik. Ucapan-ucapannya itu jelas. Jadi sempet mikir juga, ni anak sebenernya tunarungu apa enggak sih?
Si Phieter ini masih SMP, usianya dah 17 tahun. Waktu itu sempet tukeran alamat email. Ku bilang "ntar aku ngirim email ya!". Tapi sesampainya di Bandung, aku lupa... Maaf ya, dik...
Sampai beberapa hari yang lalu, aku ngeliat dia di FS.
Klo gak salah, dia punya cita-cita pengen kuliah. Ku bilang, ambil aja jurusan ekonomi biar bisa nerusin usaha bapaknya. Kebetulan ayahnya pengusaha. Dan katanya dia mo ngelanjutin SMU nya di sekolah umum. CAYO!
Ni anak udah jadi semacam remainder buatku. Biar selalu bersyukur masih dikasih kemampuan mendengar dan serius di bidang study ku tentang tunarungu. Semangat dan ke-PD-an nya bikin aku gak mau kalah. Thank's, Phiet...
Langganan:
Postingan (Atom)